MAKASSAR, balanginstitut.org – Aktivitas proyek Agroforestri dan Kehutanan Sulawesi (AgFor Sulawesi) telah berlangsung selama tiga tahun di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Dalam rangka memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan mengenai strategi yang akan dilakukan setelah AgFor berakhir di tahun 2016, diadakan Pertemuan Para Pemangku Kepentingan dan Komite Penasihat Proyek Agroforestri dan Kehutanan Sulawesi pada Rabu (3/12/2014) lalu di Hotel Best Western Plus Makassar Beach, Makassar.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan dan Perkebunan Bantaeng dan Bulukumba, Direktur PDAM Bantaeng, Kadis Pertanian dan Peternakan Bantaeng, Kepala BKPPPP Bantaeng, Operasi Wallacea Terpadu (OWT), Balang Institut, Teras, Japesda, ICRAF, CIFOR, perwakilan BAPPEDA Sultra, Dinas Perkebunan dan hortikultura Sultra, Dinas Kehutanan Sultra, DISKUMKM Sultra, Dinas Pertanian Sultra, UPTD Tahura Nipa-Nipa dan Dewan Penasehat Proyek AgFor Sulawesi.

Pertemuan Pemangku Kepeningan tersebut membahas strategi pasca proyek agfor dengan melihat pencapaian target output selam tiga tahun proyek agfor berjalan dan merumuskan tema besar untuk kegiatan selama dua tahun mendatang, antara lain:

  1. Informasi tentang agroforestri dan kehutanan.
  2. Pengembangan pasar dan usaha kecil masyarakat.
  3. Kemitraan dan usaha kecil masyarakat.
  4. Kemitraan dalam perencanaan pengelolaan lahan dan jasa lingkungan secara partisipatif dan gender inklusif.
  5. Regulasi pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan gender inklusif. [dpp]

Leave a Reply